Ubud Food Festival 2017 Siap Digelar

Ditulis oleh Tim Dimanakita

Telah sukses digelar selama dua tahun berturut – turut semenjak tahun 2015, Yayasan Mudra Swari Saraswati kembali menggelar perayaan kuliner Ubud Food Festival (UFF) 2017. UFF tahun ini mengangkat tema yang dalam dan penuh arti, Every Flavor is a Story atau ‘Setiap rasa adalah sebuah cerita’.

Festival ini akan digelar kembali pada tanggal 12-14 Mei 2017 di Ubud, Bali. Dengan merayakan warisan kuliner nusantara Ubud Food Festival (UFF) 2017 akan menghadirkan para pakar dan pencinta kuliner baik dari tanah air dan luar negeri.

Siapa saja yang akan hadir di festival? Berikut ada beberapa nama yang telah diumumkan oleh Ubud Food Festival:

Tasia dan Gracia Seger

tasia-and-gracia

Foto oleh Ubud Food Festival

Lahir di Indonesia dan tinggal di Melbourne, Tasia (26) dan Gracia (25) berhasil memenangkan kompetisi masak Australia, My Kitchen Rules 2016. Tasia dan Gracia juga akan berlayar bersama pendiri sekaligus direktur UFF Janet DeNeefe selama 7 hari setelah UFF berlangsung. Program berlayar melewati Taman Nasional Komodo dan Kepulauan Nusa Tenggara ini menjadi program paling istimewa atas kerjasama UFF dengan SeaTrek Sailing Adventures setiap tahunnya di UFF.

Profesor Winarno
Pernah hadir saat Ubud Food Festival pertama, Profesor Winarno merupakan ahlinya dalam makanan tempe. Tahun sebelumnya beliau tampil di UFF dengan mempresentasikan bagaimana tempe memberikan dampak bagi tubuh, terutama bagi keluarganya sendiri. Baca bincang – bincang tim Ubud Food Festival dengan beliau mengenai tempe disini.

Charles Toto
Koki Rimba Papua merupakan julukan dari chef asal asal Ormo Kabupaten Jayapura ini, Charles selalu menggunakan bahan-bahan makanan asli tanah kelahirannya dan memberikan sentuhan khas Papua di hidangan-hidangan bergaya barat. Dia dan teman-temannya yang tergabung dalam Jungle Chef Comunity memperkenalkan pangan lokal Papua kepada wisatawan Indonesia dan asing, baik yang berada di Papua maupun pada tempat wisata di luar Papua.

Chef Bo Songvisava & Dylan jones
Dari ranah internasional akan hadir chef Bo Songvisava dan Dylan jones, pasangan di balik restauran Bo.lan di Bangkok, Thailand yang kini menempati posisi nomor 37 di daftar Asia’s 50 Best Restaurants S. Pellegrino & Acqua Panna.

Made Janur
Seorang World Traveler asli Bali, Made Janur menaruh perhatian khusus pada kesinambungan lingkungan. Sebagai partner di MOKSA yang merupakan sebuah restauran di Ubud yang fokus pada hidangan berbasis tumbuhan, Made Janur percaya akan penyembuhan melalui makanan. Ia juga sempat hadir dalam festival sebelumnya dan Ubud Writers & Readers Festival 2016.

Made Lugra & Will Meyrick
Salah satu chef asal Bali yang sangat berbakat, Made Lugra, memiliki pengetahuan luas soal rempah-rempah dan makanan seremonial. Dalam demonstrasi memasak di UFF 2016, Chef Made berbagi seluk-beluk pembuatan sate khas Bali dari daging tumbuk.

Pada UFF 2016 Chef Made Lugra tampil berhadapan dengan Will Meyrick yang tahun 2017 ini kembali hadir. Mereka membuat sate lilit di hadapan audiens yang memadati kitchen stage di Indus Restaurant. Penonton yang hadir serta Chef Will Meyrick saat itu terpukau oleh kebolehan Chef Made Lugra yang menciptakan versi baru dari sate lilit yang membelah tusuk sate yang terbuat dari batang pisang ini dengan tiga jenis seafood dan membalutnya dengan adonan ikan khas untuk sate lilit.

uff17-every-flavor-is-a-story_1

Masih banyak yang belum terungkap dari Ubud Food Festival 2017. Tidak sabar untuk menyantap penuh program festival kuliner ini. Lalu apa yang membuat festival tahun ini berbeda dengan sebelumya?

Yang baru dari UFF adalah Fringe Events, acara-acara yang diadakan menjelang UFF di bagian lain Pulau Bali selain Ubud, seperti Seminyak dan Sanur. Kedua program baru ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan para pencinta kuliner yang sudah sempat menghadiri UFF di tahun-tahun sebelumnya dan menginginkan lebih banyak program yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Serta kembali hadir Kitchen Stage atau demo masak gratis berbahasa Indonesia.

Seperti yang disebutkan oleh UFF 2017, tema Every Flavor is a Story ini merupakan cerminan dari betapa luas dan panjangnya sejarah kuliner nusantara Indonesia, sehingga menghasilkan ragam kuliner yang begitu unik. Di mana ciri khas kuliner dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia tidak dapat disamakan.

Ubud Food Festival akan kembali hadir dengan penuh makna dalam rasa dan cerita.

Ingin bergabung menjadi volunteer Ubud Food Festival, silakan klik link berikut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s