Secangkir Kopi di Bunut Bolong

Indonesia memiliki banyak hal yang bisa ditulis dan diceritakan baik itu orangnya, tempat , benda bersejarah dan bahkan sebuah pohon. Di kabupaten Jembrana, Bali tepatnya di desa Manggisari, kecamatan Pekukatatan berdiri megah di titik tertinggi sebatang pohon berlubang bernama Bunut Bolong. Bunut yang merupakan bahasa bali dari salah satu jenis pohon besar dan Bolong yang berarti berlubang. Uniknya pohon ini berlubang dan dilalui oleh jalan aspal yang berakhir di kota Singaraja. IMG_1728 Tumbuh di kawasan yang sejuk dengan hamparan hutan serta jauh dari hiruk pikuk perkotaan, butuh waktu sekitar 20 menit dari jalan raya sehingga Bunut Bolong merupakan tempat pariwisata yang jarang dikunjungi oleh wisatawan. Jaraknya yang jauh sekitar 3 jam dari kota Denpasar memberikan dampak positif untuk tempat ini. Seperti terlihat hanya terdapat dua warung kecil saat tim Dimanakita mengunjungi tempat ini. Sangat sepi dan hening. Namun jika Anda adalah pendatang ataupun wisatawan yang menggunakan jalur laut melalui pelabuhan Ketapang, Jawa Timur dan menyeberang ke pelabuhan Gilimanuk, Bali sangat disarankan untuk mengunjungi tempat ini karena Anda pasti akan melewati lokasi indah ini. bunut image 2 Nikmatilah segelas kopi dan pemandangan hijau terbuka di sebuah warung dekat Bunut Bolong ini, dijamin Anda tidak akan ingin segera pergi dari tempat ini. Sederhana namun tidak akan pernah terlupakan. Disarankan untuk datang saat pagi hari hingga siang, karena jalan menuju Bunut Bolong merupakan jalan berkelok – kelok dan sedikit berbahaya saat sore dan malam hari. bunut image 1 Bagi umat Hindu Bali, tempat ini merupakan salah satu tempat yang sangat disucikan terutama warga desa sekitar. Tepat disebalah Bunut Bolong, Anda akan menjumpai Pura Pujangga Sakti yang sangat disakralkan. Konon pada tahun 1920an, warga Desa Manggisari tertimpa wabah penyakit dan ada sebuah petunjuk dari Pura Pujangga Sakti bahwa warga desa sekitar harus berpindah dan bermukim ke bagian selatan Bunut Bolong. IMG_1720 Kami sempat mengobrol sedikit dengan orang – orang yang datang kesana. Tidak banyak orang, sebagian besar adalah warga kota Singaraja yang sedang membuka bekal dan menikmati hawa teduhnya serta pemandangan indah setelah usai bersembahyang. Nampak pula dua wisatawan luar yang duduk dan minum kopi bersama kami. Tidak banyak bicara dan semua hanya menikmati alam sekitar yang disajikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s